jump to navigation

“ES” menembak-Ku, tapi …

Teman saya yang berinisial “ES” (Perempuan) sekarang ia selalu menghindar dari saya mungkin karena saya pada pertengahan bulan ramadan yang lalu aku di tembak oleh “ES” ( sekelas dengan saya ) waktu itu saya tolak bukanya aku tidak suka dia tapi karena waktu kecil aku terkena penyakit radang paru-paru setelah aku sembuh aku dilarang oleh dokter pergi malam sebelum saya sudah berumur “17″ tahun karena beresiko besar penyakit Radang paru-paruku kambuh lagi.
Sekarang aku harus bagaimana ? karena aku tidak enak hati karena dulu ia selalu membuatku bergembira dan nyaman dengan tingkah lakunya

Komentar»

1. smpn1gegesik - 24 November 2008

Inti permasalahan tersebut,
The first problem adalah salah paham.Mungkin Anda menganggap ES sebagai teman biasa, namun kedekatan n sikap Anda terhadap ES diartikan beda sebagai Anda menganggap dia lebih.

Yang kedua, Anda menyebutkan bahwa “saya tolak bukanya aku tidak suka dia” artinya Anda juga tidak jujur terhadap diri sendiri ataupun kepada ES bahwa sebenarnya memang ada perasaan dalam diri Anda.

Ketiga, Sikap ES yang berubah dan selalu menghindar jika Anda mendekatinya, itu adalah salah satu bentuk proteksi/ perlindungan diri yang dilakukan oleh siapapun juga jika menghadapi permasalahn yang sama, karena ES berfikir sikap n bentuk perhatiannya kepada Anda salah, ada perasaan malu untuk bertemu dan berusaha menjaga kembali persahabatan yang telah dijalin selama ini.

Ketiga hal tersebut dapat Anda jadikan untuk dapat membaikkan kembali hubungan silaturahmi Anda dengan ES, bagaimana caranya?

Anda harus bertanya terhadap hati kecil Anda, perasaan Anda terhadap ES bagaimana?apakah memang Anda juga mencintainya?Apakah Anda hanya menganggap ES sebagai teman?dkk. Mantapkan jawaban Anda karena hal ini akan berpengaruh terhadap kelanjutan Anda memperbaiki hubungan dengan ES.

Kemungkinan jawaban Anda, Anda juga mempunyai perasaan yang sama dengan ES, namun Anda tidak lebih berani dari ES yang akhirnya hanya bisa “menolak/ memberikan harapan”, sedangkan dengan penyakit yang Anda alami hal itu tak lebih sebagai salah satu alasan Anda supaya bisa menutupi alasan Anda tersebut. Toh yang namanya pacaran atau hubungan pertemanan yang lebih tak harus dibarengi dengan “apel malem minggu”, asal sudah bisa melihat wajahnya, sudah mendengar suaranya perasaan Anda akan berubah bergetar n bergejolak kecuali perasaan negatif yang lain…

Anda harus bisa memaksakan diri, untuk dapat menjelaskan kepada ES suatu waktu jika ada kesempatan, ES mungkin selalu menghindar tapi Anda bisa untuk tetap menghampirinya, JELASKAN permasalahan yang ada, sikap Anda ke ES bagaimana?Keinginan Anda untuk tetap bisa bersahabat dengannya tanpa membedakan status sebagai “pacar/bukan”.

Anda harus bisa memberikan pendekatan kepada ES, dan menjelaskan akan kesalahpahaman tersebut. thanks, moga bisa membantu.

Moderator,
Dedi Iskandar